Musrenbang Kecamatan Wedi 2027: Prioritaskan Perbaikan Jembatan Ngabetan dan Normalisasi Sungai

Musrenbang Kecamatan Wedi 2027: Prioritaskan Perbaikan Jembatan Ngabetan dan Normalisasi Sungai

WEDI – Pemerintah Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Aula Kecamatan Wedi, Rabu (11/2/2026). Forum tahunan ini menyepakati sejumlah isu strategis, dengan fokus utama pada perbaikan infrastruktur vital dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan yang mengusung tema "Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Klaten yang Maju, Mandiri dan Sejahtera" ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Klaten, Anggota DPRD Dapil I, serta para Kepala Desa dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Wedi.

Camat Wedi, Widaya, S.H., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa Musrenbang menjadi momen krusial untuk menyusun skala prioritas pembangunan. Ia memaparkan beberapa usulan "Super Prioritas" yang mendesak untuk segera ditangani di wilayahnya.

"Ada beberapa hal yang menjadi super prioritas dan akan dikawal delegasi, antara lain perbaikan Jembatan Ngabetan, perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Wedi, Jembatan Sayung, serta pemberdayaan ekonomi. Khusus untuk pemasangan lampu traffic di Simpang Masjid Jami', alhamdulillah sudah disetujui," ujar Widaya.

Widaya juga mengingatkan agar efisiensi anggaran tetap dilakukan mengingat keterbatasan fiskal daerah, namun tetap mendukung program strategis Bupati Klaten seperti jalan halus dan pengairan lancar.

Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA)  Kabupaten Klaten, Nita Harvianti, S.S., M.Sc., yang hadir sebagai tim monitoring, menjelaskan pentingnya sinkronisasi antara usulan desa dengan kebijakan kabupaten.

"Musrenbang ini bertujuan menyelaraskan usulan desa dengan kewenangan kabupaten. Mengingat proyeksi anggaran 2027 yang terbatas, tidak semua usulan bisa diakomodir. Namun, program prioritas Bupati seperti jalan halus, pupuk subsidi, modal usaha, dan berobat gratis dengan KTP tetap menjadi fokus utama," jelas Nita.

Dalam forum tersebut, sejumlah masalah infrastruktur spesifik mencuat dan menjadi bahasan serius. Di antaranya adalah kondisi Jembatan Sungai Birin di Desa Kadilanggon, Jembatan Sayuran di Desa Gadungan yang taludnya mulai retak, serta kerusakan jalan dari Masjid Jami' ke arah Desa Pesu akibat lalu lintas truk pengangkut tanah urug.

Selain itu, masalah banjir juga menjadi sorotan dengan adanya usulan normalisasi Sungai Sosrodiningrat dan Sungai Dengkeng yang kerap meluap karena pendangkalan sedimen, sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Klaten Dapil I, Siwi Kusumastuti, S.Pd., menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat Wedi di tingkat legislatif.

"Kami selaku perwakilan legislatif akan bersama-sama mengawal agar pengajuan dari wilayah ini dapat terealisasi. Kualitas usulan harus diselaraskan dengan anggaran kabupaten agar berdampak langsung pada penurunan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat," tegas Siwi. 

Kegiatan Musrenbang diakhiri dengan sidang kelompok dan sidang pleno untuk menetapkan delegasi serta menyepakati daftar prioritas yang akan dibawa ke Musrenbang tingkat Kabupaten Klaten. (Tim Redaksi)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0